Yang
dimaksud dengan kualitas pernyataan adalah ada tidaknya hubungan di antara
subyek dan predikat. Kalau ada hubungan, maka pernyataan itu afirmatif yaitu
memiliki hubungan pola S = P. Kalau tidak ada hubungan, maka disebut negatif
yaitu tidak memiliki pola S = P.
Konsep
kuantitas merupakan salah satu konsep inti dalam sistem logika. Sehingga perlu ada
pengertian yang jelas tentang hal-hal yang berhubungan dengan kuantitas
pernyataan.
Misalnya,
konsep manusia itu dikenakan kepada setiap individu yang memiliki ciri-ciri
manusia. Sebaliknya, bukan berarti manusia itu hanya Usman atau Togar atau
Kuplek saja melainkan semua objek yang memiliki ciri-ciri manusia. Kumpulan dari
individu yang berciri sama disebut kelas.
Distribusi
adalah sebaran atau penggunaan term yang meliputi semua anggotanya secara
individual, satu demi satu jadi tidak sebagai kelompok.
Term
universal :
term yang berdistribusi
Term
Khusus : term yang tidak berdistribusi,
hanya meliputi sebagian
anggota
Pernyataan
Universal : Pernyataan yang subyeknya universal
Pernyataan
Khusus : Pernyataan yang subjeknya khusus
Lambang-lambang
dalam logika Tradisional.
Pernyataan
A = pernyataan affirmatif universal
Semua S
adalah P
Pernyataan
I = pernyataan negatif universal
Semua S bukan P
Pernyataan
O = pernyataan negatif khusus
Sebagian S bukan P
Pernyataan
A dan E term subyeknya berdistribusi. Sedangkan pernyataan I dan O term
subyeknya tidak berdistribusi.
Dalam
pernyataan affirmatif term predikat tidak berdistribusi. Misalnya, “Bunga mawar
itu bukan binatang”. Term predikat “Binatang” disini artinya semua binatang.
LOGIKA
SIMBOLIK
Berbeda
dengan logika tradisional, logika simbolik semua proposal atau pernyataan
ditulis dengan lambang (simbol). Ada juga yang menyebutkan logika ini adalah
logika modern.
PROPOSISI
Tidak
semua pertanyaan berhubungan dengan logika. Hanya pernyataan yang bernilai benar
atau salah saja yang digunakan dalam penalaran. Pernyataan tersebut dikenal
sebagai proposisi. Proposisi adalah kalimat deklaratif yang bernilai benar
(true) atau salah (false) tetapi tidak keduanya. Nama lain untuk proposisi adalah
kalimat. Proposisi biasanya dilambangkan dengan huruf kecil seperti p, q, r,
misalnya :
p
: 3 adalah bilangan prima
q
: Jarak Bandar Lampung ke Jakarta
350km
r : 12>6
Contoh
a.
6
adalah bilangan genap (bernilai benar)
b.
Ibukota
propinsi Lampung adalah Banten (bernilai salah)
c.
Hari
ini adalah hari kamis (bernilai benar atau salah)
Selain
contoh di atas pernyataan untuk sembarang bilangan bulat n ≥ 0, maka 2n adalah
bilangan genap adalah proposisi karena
pernyataan ini adalah bentuk lain untuk menyatakan bilangan genap dan “x + y =
y + x untuk setiap x dan y bilangan riil” adalah proposisi juga karena
pernyataan tersebut merupakan cara lain untuk menyatakan hukum komutatif
penjumlahan pada sistem bilangan riil.
Contoh
a.
Kalimat
tanya dan kalimat perintah
b.
x
+ 3 = 8
Mengkombinasikan
Proposisi
Satu
atau lebih proposisi dapat dikombinasikan untuk menghasilkan proposisi baru. Proposisi
baru yang diperoleh dari pengkombinasian tersebut dinamakan proposisi majemuk
(compound proposition). Operator yang digunakan untuk mengkombinasikan
proposisi disebut operator logika. Operator logika terdiri dari operator biner
(operator yang mengoprasikan dua proposisis) yakni operator dan (and) dan atau
(or), dan operator user (operator yang hanya membutuhkan satu buah proposisi)
yakni operator tidak (not).
Proposisi
yang bukan merupakan kombinasi lain disebut proposisi atomik. Dengan demikian
proposisi majemuk adalah proposisi yang disusun dari proposisi-proposisi
atomik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar