Feature Top (Full Width)

Jumat, 28 November 2014

TABEL KEBENARAN (TRUTH TABLE)

Nilai kebanaran dan poposisi majemuk ditentukan oleh nilai kebenaran dari proposisi atomiknya dan cara mereka dihubungkan oleh operator logika.


Misalkan p dan q adalah proposisi
a.       Konjungsi (p ^ q) bernilai benar jika p dan q keduanya benar, selain itu nilainya salah
b.      Disjungsi (p v q) bernilai salah jika p dan q keduanya bernilai salah, selain itu nilainya benar
c.       Negasi p bernilai benar jika p salah. Sebaliknya bernilai salah jika p benar.

Contoh
Misalkan
p          : 17 adalah bilangan prima     (T)
q          : bilangan prima selalu ganjil  (F)
p  q   : 17 adalah bilangan prima dan bilangan prima selalu negatif (F)
satu cara yang praktis untuk menentukan nilai kebenaran proposisi majemuk adalah menggunakan tabel kebenaran (truth table). Tabel kebenaran menampilkan hubungan antara nilai kebenaran dari proposisi atomik menunjukan tabel kebenaran untuk konjungsi (i) disjungsi (ii) dan ingkaran (iii) pada tabel tersebut T = true (benar) dan F = False (salah)
tabel kebenaran konjungsi (i) disjungsi (ii) dan ingkaran (iii)
p
q
p ^ q

p
q
p v q

p
~p
T
T
T
T
T
T
T
F
T
F
F
T
F
T
F
T
F
T
F
F
T
T


F
F
F
F
F
F


               (i)                                              (ii)                                       (iii)

HUKUM-HUKUM LOGIKA
Proposisi dalam kerangka hubungan ekivalensi logika, memenuhi sifat-sifat yang dinyatakan dalam sejumlah hukum logika. Beberapa hukum tersebut mirip dengan hukum aljabar pasa sistem bilangan riil seperti a(b+c) = ab+bc, (hukum distributif). Oleh karena itu hukum logika proposisi sering juga disebut hukum-hukum aljabar proposisi.

DISJUNGSI EKSLUSIF
Kata atau (or) dalam oprasi logika digunakan dalam dua cara. Cara yang pertama. “atau” digunakan scara inklusif (iclusive or) yaitu dalam bentuk “p atau q keduanya”, misalnya pada pernyataan “Tenaga IT yang dibutuhkan menguasai Bahasa C dan Java”. Artinya benar atau keduanya benar. Cara kedua, “atau” digunakan secara eksklusif (exclusif or) yaitu dalam bentuk “p atau q tetapi bukan keduanya”. Artinya disjungsi p dengan q bernilai benar hanya jika salah satu proposisi atomiknya benar (tetapi bukan keduanya), misalnya pada pernyataan “ia lahir di Bandung atau di Padang”. Untuk disjungsi eksklusif menggunakan operator logika xor, untuk membedakannya dengan or, yang definisinya adalah sebagai berikut.

Misalkan p dan q adalah proposisi. Exclusive or (xor) p dan q dinyatakan dengan notasi  p©q adalah proposisi yang bernilai benar bila hanya salah satu dari p dan q benar, selain itu nilainya salah. Berikut tabel kebenaran untuk xor.
p
q
p©q
T
T
F
T
F
T
F
T
T
F
F
F

Pada sebuah perlombaan, pemenang dijanjikan mendapat hadiah. Hadiahnya adalah sebuah pesewat televisi 20 inci. Jika pemenang tidak menginginkan membawa TV, panitia menggantinya dengan senilai uang. Tentu hadiah yang dapat dibawa pulang hanya salah satu dari uang atau TV dan tidak bisa keduanya. Kata “atau” di sini digunakan secara eksklusif. Misalkan p adalah proposisi “Juara lomba mendapat hadia pesawat televisi 20 inchi” dan q adalah proposisi “Juara lomba mendapatkan hadia uang”. Maka proposisi juara lomba mendapat hadiah pesawat televisi 20 inchi atau uang” kita tuliskan sebagai p©q.

NB : lambang xor bukan © tetapi bulat dan ada tanga + ditengahnya maaf susah cari symbolnya hehehe